Notification

×

Iklan

Iklan

MODUS - MODUS KEJAHATAN HIPNOTIS DAN PENIPUAN

Sunday, February 21, 2021 | Sunday, February 21, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-02-26T20:09:52Z

 


Modus-Modus Kejahatan Hipnotis dan Penipuan

 

Dalam tulisan kali ini saya ingin menuliskan beberapa modus kejahatan hipnotis dan penipuan. Semoga dengan tulisan ini membuat kita semakin waspada, akan kejahatan hipnotis maupun penipuan yang ada di sekitar kita.

 

1. Modus Tukang Obat dan Kaki Lima

Suatu ketika saya masih kuliah saya pulang melalui Pulo Gadung. Saat itu ada tukang obat kaki lima yang menggelar dagangannya sambil membawa mikrofon. Ketika sudah berdatangan 4 orang yang melihat barang dagangan sang tukang obat, tiba-tiba datang lah seorang pria mengucapkan terima kasih karena obatnya manjur, dan dia membeli obat sakit gigi sebanyak 5 paket. Tak lama kemudian datang pula seorang wanita yang membeli obat sakit kepala sebanyak 3 paket.

 

Dan dia mengatakan kepada orang-orang di sekitarnya kalau dia selalu membeli sama bapak ini,dan menjadi langganan karena obatnya manjur. Belum kelar melayani wanita ini, seoarang kakek tua membeli obat sakit gigi yang sama dibeli dengan pembeli pertama. Sambil menunjukkan giginya yang masih terawat dia mengatakan kalau obat dari penjualnya mampu membuat giginya anti keropos.

 

Dan tanpa diperintah lagi,orang-orang yang melihat paket obat-obat pun tiba-tiba semakin yakin dan satu demi satu dari penonton yang semakin ramai berdatangan membeli obat tersebut. Ketika saya mengikuti si kakek tua, dari kejauhan saya melihat bahwa si kakek tua, pembeli pertama dan wanita tersebut sedang asyik minum kopi di kedai yang agak jauh dari penjual obat. Sambil menguping pembicaraan yang akrab mereka saya baru mengetahui kalau mereka bertiga ternyata adalah temannya si tukang obat.

 

 

2. Di Atas Bus Luar Kota

 

Teknik yang sama pernah saya temui ketika saya berada di patas D*** S** jurusan Pekalongan. Dimana ketika sampai di daerah Subang, naiklah seorang penjual mangga yang membawa satu karung besar. Dia membungkus mangga dalam plastik berisi 6 buah dan menjualnya sebesar Rp 10.000. Harga tersebut cukup mahal jika dibandingkan dengan harga pasaran. Dan ketika dia mulai menjual barang dagangannya, tiba-tiba di barisan tengah seorang pemuda membeli 3 plastik.

 

Diikuti dengan barisan belakang ada yang membeli 5 plastik. Dilanjutkan dengan barisan tengah lagi membeli 2 plastik. Barisan belakang membeli lagi 2 plastik. Melihat begitu lakunya barang dagangan sang penjual, membuat para pembeli di barisan depan kemudian ikutan membeli. Ada yang menawar supaya harganya turun dan ada pula yang membeli dengan harga normal. Dan dalam tempo tak lama barang dagangan tersebut laku habis terjual.

 

Saya yang duduk di barisan tengah sempat melihat ke belakang. Dan melihat pembeli pertama yang tadi duduk di tengah sekarang pindah ke belakang di samping pembeli kedua yang duduk di belakang sedang mengumpulkan kantong-kantong yang dibelinya dan dimasukkan ke dalam karung kecil. Dan ketika sang penjual mangga itu turun,mereka berdua pun ikutan turun sambil membawa karung kecil yang berisi sekitar 12 plastik.

 

Kalau yang dijual sang penjual saat itu lebih dari 30 plastik dan dikurangi 12 plastik yang diambil oleh kawan-kawannya yang pura-pura membeli maka dengan teknik ini, sang penjual mangga mampu menjual 18 plastik dalam waktu kurang lebih 30 menit perjalanan. Cara yang mengagumkan, bukan?

 

Membahas teknik ini, saya memaknainya ada sebuah unsur penipuan didalamnya. Dan ada unsur hipnotisnya juga.Walau sang tukang mangga tidak pernah belajar hipnotis tentunya. Dengan lihainya sang pedagang mampu menggiring orang-orang untuk membeli dengan testimoni palsu. Melihat banyak orang yang membeli membuat fikiran bawah sadar para penumpang di patas maupun penonton tukang obat , meyakini perkataan sang penjual.

 

Walau dalam fikiran kita ada filter yang menyaring mana yang kebenaran dan mana yang penipuan,dengan kondisi seperti diatas dimana fikiran kita dibanjiri informasi tentang baiknya barang tersebut dengan kesaksian dari pembeli palsu membuat fikiran yang melihatnya terpaksa menerima informasi sebagai kebenaran.

 

Terlebih ketika penumpang/penonton semakin fokus dengan proses jual beli tersebut. Karena salah satu kunci hipnotis adalah fokus. Semakin anda fokus kepada suatu hal semakin anda mudah terhipnosis. Dan seperti kasus di atas,para penumpang/penonton tanpa sadar difokuskan oleh sang penjual kepada kesaksian oleh para pembeli palsu.

 

 

3. Tukang Kue

 

Suatu ketika salah seorang kawan pergi ke salah satu mall di Jakarta. Ketika melewati salah satu tempat di dalam mall, seorang penjual kue menawarkan kue gratis untuk di coba. Dan teman saya mengambil satu kue tersebut. Sang penjual bertanya kue itu enak,kan ;mas? Teman saya mengiyakan. Dan tiba-tiba sang penjual menanyakan sekarang jam berapa yah.

 

Teman saya memberi tahukan waktu pada saat itu. Entah kenapa tiba-tiba sang penjaja kue menggiring teman saya menuju konter kue yang terletak di pojok ruangan dan teman saya seolah menurut saja menuju konter kue tersebut. Di konter kue itu,kawan saya ditawari minuman coca cola gratis.sambil menanyakan komentar tentang kue tersebut.

 

Setelah asyik berdiskusi teman saya diminta untuk membeli satu bungkus kue (berisi 10 buah) dengan harga Rp 100.000; Seperti dihipnotis, teman saya mengiyakan saja membeli kue itu. Dan mengatakan kue itu enak. Setelah itu kawan saya pulang ke rumah. Dan di sampai rumah baru dia berfikir.Masa untuk membeli kue seperti ini saya harus membeli dengan harga Rp 100.000.

 

Seminggu kemudian,dia sengaja ke mall yang sama bersama beberapa temannya pengen bertemu tukang kue tersebut. Akan tetapi ternyata tokonya sudah tutup. Dari bekas tokonya dia melihat bahwa harga kue yang dia beli saat itu ternyata harganya cuma Rp 2000/buahnya atau Rp 20.000. Dan artinya kawan saya tertipu Rp 80.000 pada waktu itu

 

Membahas kasus ini, sang tukang kue menggunakan teknik Rapport yang sangat baik. Yaitu ketika seseorang sudah mengikuti permintaan sang penjual 2-3 kali maka si calon pembeli semakin kesulitan untuk menolak permintaan sang penjual yang ke 4 kalinya. Terlebih ketika sang pembeli sudah mampu diajak berdiskusi akrab dan nyaman oleh sang penjual. Maka membuat sang pembeli semakin kesulitan untuk menolak ketika ditawarkan barang dengan harga berapapun juga.

 

 

 

4. Telepon Hadiah (I)

 

Orang tua saya suatu ketika ditelpon untuk datang ke suatu ruko di kawasan Mangga Dua dengan alasan bahwa orang tua saya mendapatkan hadiah panci teflon dengan gratis dalam rangka ulang tahun perusahaan tersebut. Ketika ditanya bagaimana bisa mendapatkan nomer telpon rumah kami, sang perusahaan sengaja mengambil secara random dari yellow pages. Akhirnya adik saya dan ibu pergi ke ruko tersebut.

 

Memang ibu saya mendapatkan panci itu gratis. Akan tetapi setelah itu ibu dan adik saya di giring ke suatu ruangan di ruko tersebut. Dan di dalam ruangan itu, ibu saya dikatakan berhak mendapatkan hadiah DVD dan mini theater ,blender dan beberapa alat rumah tangga gratis juga ,namun dengan syarat ibu saya membeli alat pijat elektronik seharga Rp3.000.000. Sang sales toko tersebut mengatakan alat pijat ini kalau di mall harganya mencapai Rp 5.000.000.

 

Dengan dikondisikan mendapat banyak diskon dan bonus hadiah beberapa alat rumah tangga gratis, akhirnya ibu saya membeli semua barang tersebut walau harus merelakan uang tabungan nya. Sayangnya saat itu saya sedang kerja dan ketika saya mencoba mengkalkulasi ulang harga barang-barang yang dibeli dan dicocokkan dengan harga barang yang sama dengan yang dijual di mall, ternyata total harga barangnya sepertinya tidak sampai Rp3.000.000.

 

Sungguh ini suatu peristiwa yang cukup membuat saya KAPOK dengan modus yang menimpa keluarga saya sendiri. Dan tragisnya lagi baru dua minggu dibeli ternyata barang tersebut rusak dan saya mengurus garansinya. Dan betapa kagetnya ketika tidak sengaja melihat harga faktur barang tersebut di gudang mereka yang ternyata harga dasanya kurang dari setengah dari harga yang saya kalkulasi sebelumnya.

 

Adakah kawan /kerabat anda yang mengalaminya juga? Belajar dari kasus ini adalah supaya kita tidak mudah terjebak dengan hadiah, diskon dan sejenisnya. Karena ketika kita bahagia berlebihan itu bisa dimanfaatkan untuk menghipnosis kita

 

 

 

5. SMS /Telepon hadiah (II)

 

Modus kedua ini sering kita dengar , atau kita dapatkan di SMS kita sendiri. Dengan iming-iming mendapatkan hadiah kita diminta untuk mentranfer DP ke nomer tertentu. Namun ternyata sekarang ada versi pembaruan darimodus ini.Dan saya mengalaminya sendiri Menggunakan teknik rapport/kenyamanan seperti si penjual kue diatas.

 

Dimana ketika saat itu saya ditelpon beliau menanyakan tentang kebenaran nama dan nomer HP saya, dilanjutkan memverifikasi no rekening BCA saya, menanyakan ulang tentang kebenaran pekerjaan dan alamat rumah saya. Sepertinya si penelpon sudah melacak identitas saya, karena benar semua. Di dalam teknik rapport,seperti saya ungkapkan diatas ketika kita sudah mengiyakan seseorang 3 -5 kali maka semakin mudah kita dibawa ke area kenyamanan dan semakin kesulitan untuk mengatakan tidak untuk yang selanjutnya.

 

Karena saya sudah belajar NLP dan Hypnosis, saya masih bisa menjaga kewaspadaan saya sendiri. Pura-pura terhipnotis dengan perkataan si penelpon. Beliau meminta saya untuk ke ATM untuk mengecek saldo apakah transfer dari mereka sudah berhasil atau belum. Saya mengatakan transaksinya sepertinya gagal pak soalnya saldo saya belumbertambah. Saya kemudian diminta menyebutkan angka di saldo rekening saya .Saya sebutkan saja sembarang Rp 6jt.

 

Dengan dalih meminta maaf, si penelpon meminta saya untuk memasukkan kode rahasia khusus di ATM BCA, dimana sebelumnya saya diminta untuk mengeluarkan dan memasukkan kartu kembali dari awal . Kemudian saya diminta untuk menekan tombol paling bawah di sebelah kanan dilanjutkan dengan memasukkan tombol ketiga dari atas di menu sebelah kiri. Selanjutnya saya diminta memasukkan kode 5486524 dan dilanjutkan dengan menekan tombol kedua dari atas di sebelah kiri.

 

Kemudian dia meminta saya memasukkan kode lagi XXXXXXXXXXX. Saya sih senyum-senyum saja. Karena saya masih tersadar bahwa sebenarnya si penelpon sedang mengarahkan saya menuju menu tranfer. Dimana kode tersebut adalah jumlah yang harus saya tranfer dan kode XXXXXXXXXXX adalah nomer rekening yang dituju. Saya pura-pura ikuti si penelpon sampai selesai. Padahal saya mentranfer ke rekening BCA yang satunya lagi supaya dia mendengar proses suara struk yang keluar sang penelpon menanyakan lagi apakah sudah keluar kertasnya.

 

Selanjutnya demi keamanan dia meminta saya untuk merobek struk tersebut menjadi 20 bagian karena tersimpan kode rahasia yang tidak boleh diketahui oleh siapapun. Sayangnya akhirnya terbongkar juga kepura-puraan saya lantaran tidak tahan saya kemudian tertawa keras, hal ini mungkin membuat tersadar si penelpon sehingga beliau langsung menutup telpon tersebut.

 

Kejadian ini saya laporkan ke BCA namun pihak BCA meminta saya untuk melaporkan ke polisi saja, karena yang berhak mengusut ini adalah kepolisian. Ketika saya menyampaikan nomor ini kepada polisi ternyata nomer ponsel yang menghubungi saya sudah tidak aktif lagi.

 

Pesan untuk sahabat. Jika anda mendapatkan telpon berupa hadiah dan sejenisnya sebaiknya anda waspada dan untuk berhati-hati. Terlebih ketika anda diminta untuk ke ATM. Karena biasanya kalau hadiah yang benar yang ditanya terlebih dahulu adalah No, KTP bukan ATM kaleee

 

 

 

6. SMS /Telepon Kecelakaan

 

Modus ini sering saya dengar dari beberapa sahabat. Dimana ada kawan saya yg diminta untuk mematikan handphone dan keluarga nya diberi tahu bahwa kawan saya kecelakaan.Sang penelpon mengatkan bahwa kawan saya harus dioperasi segera untuk keselamatannya. Dan untuk itu keluarga diminta untuk mentranfer sejumlah uang ke rekening seseorang untuk DP operasi. Modus ini memanfaatkan kepanikan/ kegelisahan. Normally ketika seseorang takut,cemas, panik, maka RAS / Filter yang menyaring informasi ke fikiran bawah sadar menjadi terbuka. Dengan demikian manusia menjadi kesulitan untuk berfikir jernih. Informasi palsu bisa dimasukkan dan seolah dianggap kebenaran.

 

Untuk mengatasi hal ini ketika anda mendapatkan telpon seperti ini,tanyalah dengan detail sedetail-detailnya tentang proses kejadian kecelakaan kerabat anda. Dimana kejadiannya, apa saja yang luka. Terjadi Fraktura tidak, bagaimana dengan motornya.Lecet gak.Siapa saja yang menolong.Ada nomor yangbisa dihubungi tidak selain anda,saya minta nomer rumah sakit nya sekarang, dan pertanyaan lain yang mendetailkan kejadian tersebut. Karena ketika seseorang berbohong mereka akan kesulitan jika harus mendetailkan kejadian. Kalau perlu keluarkan bahasa-bahasa kedokteran (jika faham) untuk memastikan apakah kejadian tersebut benar-benar terjadi atau rekayasa semata

 

7. Membuat Bingung

 

Modus  Confusing atau membuat bingung adalah modus yang pernah terjadi pada kawan saya yang menjual pakaian. Dimana ketika itu toko begitu padat, teman saya ada dua orang lelaki yang hendak membeli pakaian anaknya. Dia menanyakan harga baju yang biru kemudian beberapa baju yang lain kemudian lelaki kedua kembali menanyakan baju biru yang pertama ditanya kemudian, menanyakan harga baju yang lainnya.

 

Akhirnya dia sepakat untuk membeli baju yang biru ketika hendak mengambil baju yang biru lelaki kedua meminta diambilkan baju yang lain, belum selesai mengambil baju yang lain, tiba-tiba lelaki pertama menepuk pundak kawan saya dan meminta tolong karena uangnnya ketinggalan di rumah dan dia ingin meminjam uang Rp 50 ribu setengah jam lagi pasti kesini lagi.

 

Entah kenapa kawan saya bahkan langsung memberikan uang Rp 100rb ke lelaki pertama dan lelaki kedua keluar dari toko bersama lelaki pertama. Setelah 5menit baru kawan saya tersadar kalau dia kena tipu. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena ketika kawan saya tersibukkan untuk mengambil baju dan ditanya dua orang sekaligus, fikiran nya menjadi confuse/bingung.

 

Ketika seseorang yang bingung maka RAS (gerbang antara fikiran sadar dan fikiran tidak sadar terbuka) akan terbuka sekitar 1-5 detik dan terjadi sebuah celah yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan informasi palsu ke kawan saya tersebut.

 

Untuk menghindari seperti ini, jika anda seorang penjual dan ada yang menanya beruntun dan membuat anda bingung. Sebaiknya anda harus tegas dan meminta mereka untuk bertanya satu persatu

 

 

8. Tukang Madu

 

Di suatu pagi ketika saya sedang menikmati indahnya danau di jakarta sepulang mengisi training. Tiba-tiba ada yang menepuk pundak saya dan berkenalan dengan saya. Dia seorang tukang madu. Sambil mengeluarkan artikel-artikel tentang hebat madunya Serta foto dia mendapatkan penghargaan dari sebuah majalah karena madunya. Dia mengatakan madunya bagus untuk vitalitas tubuh saya. Kebetulan saat itu saya baru saja terkena tifus.

 

Dia mengatakan biasa menjual madu khusus itu dengan harga Rp 200.000 perbotol. Tak lama kemudian seperti datang sebuah sedan menghampiri motor dan membeli 2 buah botol dengan harga 300ribu. Dia mengatakan itu adalah langganan dia. Saya sempat berfikir apakah sama dengan modus si tukang obat. Tapi keraguan itu meluntur malah membuat semakin percaya dengan kehebatan madu tersebut, ketika melihat yang membeli make sedan dan perlente gitu loh orangnya. Dan setelah meminum madu itu membuat wajah pembawa Sedan semakin cerah.

 

Terlebih dengan kondisi saya yang membutuhkan doping tambahan supaya cepat sehat karena jadwal training dan tender sudah mulai padat pada saat itu. Disaat saya semakin percaya dengan kehebatan Madu tersebut dan ingin membelinya ternyata Tuhan masih menolong saya pada saat itu,karena ternyata uang saya masih di ATM sedangkan yang tersisah di dompet tinggal Rp 20.000.

 

Alhasil transaksi gagal terjadi. Beberapa pekan kemudian saya tidak sengaja di salah satu sudut ibukota melihat motor tukang madu dan sedan yang saya temui terparkir bersamaan. Namun kali ini bukan di jalanan melainkan di sebuah gudang yang agak kumuh. Dan kali ini sambil melihat senyuman mereka berdua saya melihat madu dikeluarkan dari sedan untuk dimasukkan ke dalam gudang.Fikiran saya jadi berfikir ulang. Benar gak sih tukang madu itu?

 

 

9. Minta Pertolongan

 

Suatu ketika seorang kawan baru keluar dari ATM dan hendak memasukkan uangnya ke dompet, tiba-tiba dia dikagetkan dengan tepukan seorang lelaki paruh baya yang menanyakan alamat di suatu tempat di Subang. Padahal teman saya sedang di tangerang saat itu. Lelaki itu mengatakan dia kehabisan uang sambil menunjukkan kantongnya yang hanya berisi Rp 2000 saja. Dia meminta tolong untuk membelikan tiket bus ke subang. Karena terminal masih jauh dari ATM, teman saya akhirnya memberikan uang 50ribu ke lelaki itu. Namun teman saya baru tersadar tertipu ketika dia mendengar ada kawannya yang lain mengalami hal yang sama ATM itu pada hari yang sama.

 

Ketika kita bengong, dan kemudian dikagetkan,maka RAS akan terbuka. Kepintaran si penipu dengan menyentil rasa kemanusiaaan kita,sering kali membuat kita tidak bisa berkutik lagi. Pesan tuk para sahabat jika ingin memasukkan duit ke dompet sebaiknya di dalam ATM saja yah jangan pamer di luar ATM karena itu mengundang kejahatan di sekitar anda. Terlebih ketika anda sedang sendiri. Anda akan semakin mudah menjadi mangsa korban penipuan

 

http://tasbayi.jawarashop.com

 

10. Penjualan Netbook

 

Dalam suatu pameran komputer, dihari terakhir, seorang kawan sudah merasa ada yang mengikutinya ketika berada di dalam pameran tersebut. Karena penuh dia tidak mengetahui siapa yang membuntutinya.

 

Hingga ketika di suatu tempat penjualan CD-CD kosong, seseorang menepuk dia dari belakang. Dan memanggil namanya,Herman apa kabar sudah lama kita tidak jumpa. Kawan saya yang bingung memikirkan siapa sih orang ini, tiba-tiba di tepuk lagi dari sebelah kanan kita kan teman kamu sewaktu di warakas, oh yah kita sekarang lagi jualan barang laptop disini, yuk kita lihat barangnya Herman pun mengikuti dua lelaki tersebut ke suatu tempat laptop di tempat yang agak menyempil. Dengan ditawari makanan dan minuman. Herman di kasih tahu kehebatan laptop tersebut. Kebetulan Herman saatitu memang sedang mencari laptop. Setelah mencoba beberapa keunggulan laptop itu dia akhirnya membeli laptop itu dengan harga 7juta. Sesampai di kost-an dia memamerkan laptopnya yang bagus tersebut.

 

Bukannya kebanggaan yang didapat malah penyesalan . Ketika dia mengetahui bahwa harga laptop itu sebenarnya hanya 4 juta saja. Dan dia baru menyadari bahwa dia ternyata memang tidak mengenali kedua orang tersebut. Dan tragisnya lagi. Laptop tersebut tidak disertai kartu garansi pula

 

 

 

11. Di ATM

 

Suatu sore di ATM samping sebuah supermarket yang sedang tidak terlalu ramai seorang ibu sedang antri dengan seorang satpam yang sedang menjaga ATM tersebut disampingnya. Tiba-tiba menjelang masuk ke ATM si satpam menepuk si ibu dan membuat si ibu terkaget sambil bercerita kalau tadi pagi ada lelaki yang digebukin karena ketangkep menjambret. Lelaki yang mengantri di belakang si ibu membenarkan kejadian tersebut. Bahkan menceritakan kronologi kejadian,bagaimana si lelaki itu menjambret tas seorang wanita yang baru keluar dari ATM. Si ibu semakin ketakutan.

 

Dengan penuh wibawa, sang satpam menawarkan bantuan ke si Ibu dan menenangkan si ibu agar jangan khawatir. Sang satpam menawarkan untuk menjagakan tas si ibu di luar sehingga ibu bisa aman dan nyaman mengambil uang didalam ATM. Si ibu itu pun mengiyakan dan masuk ke ATM dan mengambil duit sebanyak yang dibutuhkan. Betapa kaget si ibu ketika keluar dua lelaki yang mengantri dibelakang si ibu sudah tidak ada dan sang satpam-pun juga menghilang. Si ibu pulang dengan menangis karena kehilangan tas yang di dalam nya ada HP dan perhiasannya.

 

Teknik yang digunakan oleh si satpam dan dua orang lelaki di belakang si ibu menggunakan modus hipnosis. Dimana dengan komunikasi yang baik, sang satpam berhasil membuat imajinasi didalam fikiran si ibu tentang kejadian yang menakutkan tentang penjambretan di siang tadi. Ditambah dengan keadaan kaget yang membuat RAS terbuka menjadikan proses penanaman informasi palsu semakin mudah saja. Pesan tuk para sahabat, di ATM ketika situasi nya sedang sepi sebaiknya anda tidak sendiri. Kedua jangan mudah percaya dengan seorang satpam sekalipun. Lebih berhati-hati itu baik, namun jangan over juga yah

 

 

Modus diatas hanyalah sebagian kecil dari kejahatan hypnosis dan penipuan yang terjadi di masyarakat. Bahkan dengan memanfaatkan confuse dan hypnosis ada yang dikuras uangnya sampai ratusan juta. Bahkan ada pula yang menjadi korban pemerkosaan pula dengan cara yang sedikit mirip dengan proses diatas, dengan memanfaatkan confuse ditambah memberikan informasi palsu hingga sampai hypnosis deepsleep. Saya mohon maaf belum bisa memberikan lebih banyak lagi modus lainnya saat ini.

 

Di akhir tulisan ini, saya ingin menegaskan bahwa hal-hal diatas adalah modus dari oknum penjual yang berdagang dengan cara yang membuat kita seolah tertipu. Namun bukan berarti membuat anda men-genaralisasi bahwa semua penjual yang saya sebutkan di atas pasti menggunakan cara itu.

 

Karena sekali lagi itu hanyalah oknum yang tidak bertanggung jawab. Masih banyak Tukang obat kaki lima, Tukang kue , Tukang Madu, Penjual Notebook dan penjual lainnya yang bertanggung jawabdan menjual dengan cara jujur. Saya menuliskan kisah modus ini semata-mata agar kita lebih berhati-hati dan semakin bijak mengenal manakah yang penipuan dan manakah yang benar.

 

Dan saya ingin menegaskan kembali bahwa Hypnosis hanyalah sebuah ilmu, yang jika dia digunakan dalam kebaikan dia bisa bermanfaat untuk dunia medis, terapi bahkan mempercepat proses transaksi bisnis,namun hypnosis bisa pula menjadi Pisau yang berbahaya jika digunakan oleh tangan yang salah dan untuk kejahatan. Kesalahan bukanlah pada hypnosis melainkan pada pelaku kejahatan. Sebagaimana ilmu-ilmu yang lain. Bukan ilmunya yang salah melainkan pelaku yang menyalah gunakan ilmunya itu yang bermasalah.

 

No comments:

×
Berita Terbaru Update