Notification

×

Iklan

Iklan

SEJARAH ISTILAH HIPNOSIS

Tuesday, February 23, 2021 | Tuesday, February 23, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-02-26T20:09:40Z

 












Istilah Hipnosis


James Braid lahir di Fifeshire, Skotlandia pada tahun 1795. Braid belajar ilmu kedokteran di Universitas Edinburgh dan tertarik pada mesmerisme setelah melihat pertunjukan di Manchester pada 13 November 1841, dimana seorang ahli mesmerisme panggung bernama Charles Lafontaine dari Swiss mendemonstrasikan mesmerisme dengan berpakaian serba hitam ditambah janggut yang panjang, serta tatapan mata yang tajam. Charles memberikan pertunjukan dimana seorang subyek dapat menanggalkan rasa sakitnya, dia disiksa tanpa merasakan kesakitan, lebih mengejutkan membakar jari subyek dengan lilin, menusuk dengan jarum dan mencium amonia menjadi harum.


Braid melihat pertunjukan itu hanya dapat terkesima satu minggu berikutnya dia datang untuk pertunjukan mesmerisme yang kedua kalinya dan mencoba mencari penyebab fisiologisnya terutama pada subyek yang tidak dapat membuka mata dan subyek yang tuli dapat mendengar kembali. Akhirnya ia melakukan berbagai eksperimen bersama teman baik dan istrinya. Braid menemukan bahwa rahasia mesmerisme terletak pada mata subyek. Dimana subyek yang tidak dapat membuka mata karena mengalami kekacauan pada pusat tulang belakang leher. Peredaran darah, sistem pernafasan dan otot diinduksi pehatian tetap serta nafas yang tertekan.


Kemudian pada tahun 1842 Braid mulai menerbitkan penemuannya pada publikasi yang bernama Neurypnology, or The rationale of nervous sleep. Braid menjelaskan penemuannya tentang fiksasi mata dan memberikan penjelasan secara spesifik bahwa efek mesmerisme terjadi karena kondisi fisik dan psikis (jiwa) pasien bukan karena kekuatan benda bermagnet atau karena kehendak mesmerist melalui gerakan tangan. Pada waktu itu metode mesmerisme masih dianggap illegal di Prancis dan Braid akhirnya menyebut fenomena mesmerisme dengan terminologi yang baru. Mesmerisme Prancis bernama Henim de Cuvillers menyarakan lebih dari 300 istilah yang memiliki makna dan berkaitan dengan magnet hewan dengan awalan “Hyno” dan melihat fenomena mesmerisme yang mirip dengan tidur akhirnya Braid memilih Istilah “Hypnotism” diadaptasi dari hypnos yang berarti dewa tidur.


Hypnos sendiri sebuah mitologi dari yunani (dalam mitologi Romawi dikenal sebagai Somnus). Hypnos merupakan saudara dari Nememis dan Moirai yang lahir dari seorang ibu bernama Niks (Dewi malam). Suatu ketika Endimion divonis oleh Zeus untuk tidur abadi, Hypnos sebagai kekasihnya kemudian membuat dirinya tertidur dengan mata terbuka agar dapat menemani dan bisa terus melihat kekasihnya.


Braid dengan penemuannya mulai melakukan banyak kuliah dengan terminologi baru yaitu hypnosis (kita menggunakannya sampai sekarang). Teorinya sangat ekpslisit secara psikologi dengan tetap terhubung dengan proses fisiologi. Dia mulai menggunakan induksi fiksasi mata dan konsisten tetap menelusuri kondisi kesadaran yang khusus (trance) yang kemudian diidentifikasi sebagai matisuri, katalepsi dan anestesi. Braid juga membedakan teorinya dengan karya Deleuze dan Faria yang mengatakan kondisi khusus terjadi karena harapan subyek dan tidak perlu kekuatan benda bermagnet. Lucid sleep dihasilkan dari visual fixation dan mental fatique, dimana harapan dan kerjasama adalah kuncinya.


Braid selalu berusaha membedakan karyanya degan karya lain termasuk terminologi hypnosis digunakan untuk membedakan dengan mesmerisme, meskipun Braid tidak pernah membantah tentang kemungkinan clairvoyance dalam induksi tetapi selalu berusaha menjauh dari kerumulan paranormal. Braid akhirnya meninggal pada tahun 1860 tetapi terminologinya tidak pernah benar-benar dapat menjelaskan fenomena trance hypnosis. Braid menamai kondisi khusus (trance) dengan sebutan neurypnology menjadi Hypnosis dan pernah menggunakan istilah monoideasime untuk menggambarkan kondisi khusus tersebut tetapi kata hypnosis sudah terlanjur popular dan sampai sekarang kita menggunakan istilah hypnosis untuk menggambarkan fenomena trance tersebut.


James Braid telah menyumbangkan intelektualnya untuk kemajuan ilmu hipnosis dan memberikan pengetahuan kepada kita tentang bagaimana kata hipnosis lahir dan fenomena trance dipahami pada waktu itu. Karyanya tentang teknik fiksasi mata dan berbagai terminologinya dibawa dan dikembangkan oleh murid-muridnya. Eugene Azam menemukan referensi neurypnology Braid dan membawanya menyeberang ke Prancis dengan berbagai eksperimen dan pendekatan Braid yang pada akhirnya mempengaruhi teori hipnosis dikemudian hari.


Reference: Hypnosis A Brief History_Judith Pintar and S.J Lynn

No comments:

×
Berita Terbaru Update